• 6

    Nov

    Orang Muda Makin Ngebet Nyapres

    Obama Menang Di Pilpres Amrik Kemenangan Barack Hussein Obama (47) atas politisi uzur John Mccain (72), tak lantas mendongkrak pasaran para pemuda yang ingin ikut Pilpres 2009. “TOKOH muda di Indonesia masih muncul dengan cara yang instan, tiba-tiba. Sedangkan Obama muncul karena pintar dan berkualitas. Belum ada tokoh muda kita yang sekelas Obama,” kata analis politik dari Universitas Indonesia Profesor Iberamsjah kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin. Tapi, lanjut Iberamsjah, pada Pilpres 2014 tokoh muda akan menjadi kuda hitam yang berpotensi menumbangkah tokoh tua. “Perlu satu pemilihan lagi, barulah tokoh muda bisa bersaing. Yang muncul sekarang belum punya pengalaman yang cukup di pemerintahan. Jadi, masyarakat tidak bakal memilih mereka. Dengan begitu, parpo
  • 1

    Nov

    Kepemimpinan Kaum Muda Sebagai Jawaban Krisis Kebangsaan

    Jawabannya adalah di pundak kaum muda. Jawaban yang tidak terlalu berlebihan jika didasarkan atas historis akan sepak terjang kaum muda sepanjang perjalanan bangsa Indonesia. Delapan puluh tahun silam pada masa-masa kelahiran bangsa dan negara Indonesia, tiga butir sumpah yang menegaskan identitas sebuah bangsa yang bermuasal dari berjuta-juta perbedaan, dari mulai latar belakang suku, ras, agama, bahasa, serta aneka perbedaan lainnya, merekalah kaum muda yang memproklamasikan semangat persatuan sebuah bangsa yang ada dalam satu ketertindasan akibat penjajahan. Ya, sumpah pemuda 1928 adalah monumen terindah yang telah kita buat, sebagai embrio dari monumen kemerdekaan 17 agustus 1945. Mereka juga kaum muda yang meng-Indonesiakan Sabang sampai Merauke. Sukarno-Hatta-Syahrir adalah sosok p
  • 1

    Nov

    Pemuda, Pemecah Kesunyian Sejarah

    Momentum peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda saat ini sudah seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang introspeksi peran pemuda dalam perjuangan pada bentuk yang berbeda. Introspeksi tersebut menjadi relevan karena saat ini kaum muda tampaknya kembali menuntut perannya dalam berbangsa. Tahun lalu misalnya, saat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-79, muncul jargon-jargon yang dikumandangkan sekelompok kaum muda: “Saatnya kaum muda memimpin” dan “jalan baru, pemimpin baru”. Oleh sejumlah kalangan, jargon-jargon tersebut diindikasikan sebagai sebuah momentum kesadaran akan perlunya kebangkitan pemuda Indonesia. Setidaknya, inilah saat yang tepat untuk mempertanyakan kembali kiprah tokoh-tokoh muda di Tanah Air. Munculnya jargon-jargon semacam itu, menurut Menteri Negara Pe
  • 27

    Oct

    Kaum Muda Tak Laku Dalam Pilpres 2009

    Sumpah Pemuda telah berumur 80 tahun. Ironisnya, belum ada satu pun tokoh pemuda yang laku jika ikut Pemilihan Presiden 2009. Jakarta, RM. Setidaknya, begitulah hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang bertajuk Kepantasan Tokoh Muda Menjadi Presiden RI. Survei ini digelar pada 6-24 Oktober 2008 di 33 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel 1.230 orang, diwawancarai secara tatap muka, dengan tingkat kesalahan 2,8 persen. Secara garis besar, menurut Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry, survei ini menunjukkan, tokoh-tokoh muda masih kalah jika diadu dengan tokoh-tokoh lama. “Kepantasan kaum muda untuk menjadi presiden, paling tinggi 20 persen, masih jauh di bawah SBY dan Mega yang mencapai kisaran 50 persen. Ini mengindikasikan, golongan tua masih dipercaya publik untuk memimpin
  • 27

    Oct

    Anak Muda Jadi Komoditas Elit

    Kaum muda kini ramai jadi dagangan partai politik menjelang Pemilu 2009. Anak muda dianggap cenderung lebih visioner. Tapi, kenapa kaum muda hanya dijadikan komoditas politik oleh parpol? Jagad politik nasional, setahun belakangan, dihiasai kabar soal anak muda. Sejumlah parpol mengusung keinginan membawa anak muda jadi pemimpin bangsa. Sebagian lain, memberi peluang luas kepada kalangan muda duduk di parlemen. Meski masih mengunakan persentase, parpol seperti berlomba mengklaim akomodasi caleg dari kalangan muda. Partai Golkar, misalnya, mengklaim 60% mengakomodasi caleg usia muda. PDI Perjuangan dan PKS masing-masing mengklaim mengakomodasi caleg muda sebanyak 70%. Menurut aktivis 98 yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ahmad Fauzi Ray Rangkuti, jika melihat pe
  • 27

    Oct

    Nasionalisasi di Mata Capres Muda

    M. Fadjroel Rachman tak main-main soal keikutsertaannya dalam bursa calon presiden. Dia mengusung program nasionalisasi aset sebagai solusi keluar dari kemelut bangsa. Tapi, ekonom Avilliani menilai nasionalisasi bukan soal utama. Laksana calon muda lainnya, Fadjroel Rachman belum punya banyak modal kecuali keyakinan. Dia yakin, masyarakat percaya dengan ide-idenya. Salah satunya, ya nasionalisasi aset strategis negara itu: minyak, gas, tambang, dan telekomunikasi. Fadjroel menjanjikan proses itu paling lambat bisa berlangsung dua tahun. Bahkan, dia pun yakin dalam setahun, Indosat, Natuna, dan Blok Cepu menjadi milik Indonesia. Ini perjuangan Merah Putih. Ini pula yang ingin saya yakinkan pada masyarakat, katanya usai diskusi publik bertema Presiden Baru Bicara Burma, di Gedung YLBHI, J
  • 27

    Oct

    Pemimpin Muda adalah Pemimpin Yang Dipilih Kaum Muda dan Berjiwa Muda

    Pengertian pemimpin kaum muda bukan hanya fisiknya saja, tapi memiliki semangat mencari jati diri, semangat kebebasan, kemerdekaan jiwa didalam berekspresi dalam memperjuangan nilai kebenaran, kebersamaan, keadilan, dan nilai-nilai lainnya untuk memujudkan kehidupan yang lebih beradab. Demikian diungkapkan Budi Praptono (Aktivis Senior KKMB,Ketua Forum Komunikasi Sosial Masyarakat Merah Putih Bersatu-FKSM MPB) dalam Diskusi PROSPEK KAUM MUDA DALAM KEPEMIMPINAN BANGSA Dan Sosialisasi Kongres Kaum Muda Jabar 28 Oktober 2008, Belum lama ini di Mekar Sari Baleendah Kab. Bandung. Hadir dalam diskusi tersebut nara sumber lainya yaitu Radhar Tri Baskoro ( Ketua Forum Aktivis Bandung),Maman Abdurahman (Aktivis Senior 79, Anggota DPRD JABAR) dipandu Moderator Asep Rohmandar (Aktivis Merah Putih Be
  • 11

    Oct

    Pemuda Idol PKS Akan Urus Negara

    Partai Keadilan Sejahtera akan membuka audisi untuk menjaring pemuda-pemuda di seluruh Indonesia. Audisi itu untuk menggalang partisipasi pemuda Indonesia sebagai harapan bangsa di masa datang. Penjaringan tokoh-tokoh muda yang dimulai sejak awal bulan ini di beberapa daerah itu, nantinya diharapkan akan menjadi idola Indonesia atau tokoh pemuda harapan bangsa. Dari hasil penjaringan itu, nantinya akan mengerucut menjadi 100 nama untuk seluruh Indonesia. Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN) PKS Anis Matta mengatakan, audisi ini akan dilakukan di 33 provinsi. Tiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mencalonkan 100 orang untuk diikutsertakan dalam audisi nasional atau pusat. “Deklarasi pemuda ini akan di-launching beserta tokoh pemuda yang telah dijaring secara nasional. Ke-100 oran
  • 11

    Oct

    PKS Serius Lahirkan Capres Alternatif

    PKS kini makin serius menyiapkan calon presiden alternatif. Langkah ini ditempuh agar terjadi regenerasi kepemimpinan bangsa sekaligus memberi peluang munculnya kalangan muda. Menurut Sekjen PKS Anis Matta, capres alternatif itu salah seorang dari 100 orang pemuda yang akan dideklarasikan pada 25 Oktober di stadion Gelora Bung Karno. Sebelum di deklarasikan, 100 nama itu akan diajukan ke Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN). Proses seleksinya, setelah DPW mengajuka nama, lalu dibuatkan daftar yang akan memuat hasil seleksi. “Selanjutnya 100 oran itu proses seleksinya, akan dipersilahkan pada masyaakt untuk menilai pemimpin muda versi PKS yang mempunyai kompetensi ke depan. Mereka harus visioner dan cerdas,” terang Anis di sekertariat caleg DPR RI PKS di Makassar, Jumat (10/10)
  • 11

    Oct

    PKS Deklarasikan Pemimpin Muda

    Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang dicanangkan PKS diberhentikan sementara hingga akhir Desember 2008. Untuk mengisi kekosongan, PKS akan menggelar Deklarasi Pemimpin Muda 25 Oktober 2008 di Gelora Bung Karno, Jakarta.“Dari hasil rapat kemarin, sebagai penganti program Gerakan Nasional Peduli Tetangga, sementara kita buat Deklarasi Pemimpin Muda 25 Oktober, di Gelora Senayan,” jelas Humas PKS Ahmad Mabruri, kepada INILAH.COM, Rabu (8/10) malam. Mabruri mengaku, sudah lebih dari 100 orang dari berbagai kalangan yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Seratusan orang tersebut berasal dari kader PKS sendiri maupun di luar PKS. Namun, Mabruri enggan menyebutkan nama-nama yang telah bersedia ikut serta dalam acara itu. “Semuanya anak muda dari kalangan bisnis, LSM, birokra
- Next

Author

Follow Me